Menu

Antara Pengeboran dan Peduli Lingkungan

Indramayu.-PDSI. Langkah Pertamina untuk komit dan bertanggungjawab terhadap lingkungan hidup dan pelestarian alam mendapat tambahan catatan baru. Setelah beberapa program peduli lingkungan digulirkan Pertamina, kini melalui anak perusahaannya yaitu PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) meluncurkan program Thousand Trees for Drilling, yaitu penanaman 2.500 pohon pada areal bekas lokasi pekerjaan pengeboran yang dilakukan PDSI. Tahun ini direncanakan PDSI melakukan penanaman pada 10 titik lokasi pengeboran yaitu Indramayu, Garut, Aceh, Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan Timur. Penanaman pohon ini nantinya dilakukan di sekeliling area sumur migas dan panas bumi dengan jumlah 100-500 pohon di setiap titik. Jenis pohon yang ditanam antara lain tanaman keras dan buah-buahan yang menjadi pohon endemik setempat.

Grand Launching kegiatan ini dilangsungkan di wilayah Indramayu pada Jumat (23/10), dihadiri oleh Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan Kab. Indramayu, Luthfi Harumain mewakili Bupati Indramayu, Dirut PDSI Lelin Eprianto, Direktur Operasi Gandot Werdiantoro, General Manager PEP Aset 3, Field Manager Jatibarang, jajaran Management PDSI, dan tokoh dan perwakilan masyarakat. Kegiatan penanaman pohon yang akan dilaksanakan di seluruh area operasi PDSI ini ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis.

Guna menunjang keberhasilan program, PDSI melibatkan masyarakat sekitar untuk menjadi Duta Lingkungan (Wali Pohon). Tugas pokok Duta Lingkungan adalah melakukan penanaman beserta perawatan selama dua belas bulan. Selain menjaga tanaman, Duta Lingkungan juga menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat setempat, melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi guna menambah pengetahuan masyarakat mengenai pelestarian lingkungan.

PDSI yang core business-nya bergerak di bidang pengeboran dan workover migas dan panas bumi ini telah sejak lama mengikatkan dirinya pada komitmen untuk peduli terhadap lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Menurut Direktur Utama PDSI Lelin Eprianto, di samping penanaman pohon, kegiatan peduli lingkungan lainnya adalah pemrosesan sampah organik di lokasi pengeboran melalui metode takakura.

Disadari bahwa pada setiap aktivitas operasional pengeboran akan menghasilkan tumpukan-tumpukan sampah, baik berupa sampah organik maupun non organik. “Hasil perhitungan team PDSI bahwa pada kegiatan pemboran dalam durasi 1 – 2 bulan saja, tidak kurang dari 2,4 ton sampah domestik dihasilkan di mana 26,38% atau sekitar 633 kuintal diantaranya adalah sampah organik. Sampah organik inilah yang kemudian diolah menjadi sampah melalui metode takakura composter, yang hasilnya dibagikan kepada para petani setempat, atau untuk pemupukan pohon yang ditanam kembali,” ujar Lelin dalam penjelasan lebih lanjut.

Pengurangan sampah juga diterapkan di seluruh kantor PDSI dengan mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan, dan menggantinya dengan gelas. Ini dikarenakan sampah plastik membutuhkan 1.000 tahun untuk dapat terurai. Dalam kegiatan operasi pemboran PDSI, kesemuanya ini dikemas dalam tajuk Green Drilling and Health Operation. Diyakini bahwa kegiatan bernuansa peduli lingkungan PDSI tidak hanya berhenti di sini saja. Continuous improvement terus dilakukan, menjadikan kegiatan operasional pemboran PDSI terasa lebih bersih, nyaman dan sehat sejalan dengan kebijakan Pertamina Hijau yang saat ini sedang berlangsung.

Sementara itu Ka. Bidang Konservasi dan Pengendalian Lingkungan Indramayu, Luthfi Harumain menyampaikan apresiasinya atas inisiasi dan perhatian PDSI terhadap kelestarian lingkungan yang telah dijalankan dalam proses kegiatan operasi pengeboran. Proses pengelolaan sampah pada lokasi-lokasi rig PDSI menarik perhatiannya, sehingga di akhir acara dilanjutkan dengan kunjungan ke rig yang sedang beroperasi di Indramayu. – Pertamina-pdsi.com

Share this Post!

About the Author : webhappen

Avatar

0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

  TOP