Menu

Blueprint CSR/TJSL

  “Blueprint dibutuhkan sebagai softselling terhadap bisnis perusahaan yang nantinya akan dapat terukur rasio peningkatan reputasi dalam menyusun strategic plan program sosial suatu perusahaan supaya terwujudnya program yang sustainable/ berkelanjutan”

Penerapan Sistem Manajemen ISO 26000 dan Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu juga implementasi monitoring dan evaluasi yang mengacu ke POJK 51 dan perhitungan Social Return on Investment (SROI) dan program pengembangan masyarakat yang berbasiskan kepada social mapping. Perkembangan CSR dari masa ke masa dapat dilihat gambar dibawah ini.

CSR yang kekinian adalah CSR yang bukan hanya sekedar charity tapi juga mengedepankan aspek keberlanjutan dan memiliki panduan ISO 26000 dalam pelaksanaannya. Selain itu, CSR yang kekinian juga memiliki panduan strategic plan berupa Blueprint TJSL yang inline dengan rantai bisnis perusahaan. Berikut ini gambaran mengenai skema penyusunan Blueprint CSR yang inline dengan Strategic Management Process perusahaan dan diimplementasikan dalam tahapan aktivitas teknis CSR Operational Management Process.

Dengan demikian, dalam membuat blueprint harus sesuai dengan esensi perumusan arah kebijakan, strategi, perumusan program & kegiatan CSR Perusahaan dengan menggunakan metode CSV dan melibatkan seluruh unsur departemen/divisi di Perusahaan tersebut.

 

Our Activities:

  TOP
Open chat