Menu

Antara Konsep CSR & CSV di Mata Stakeholder

Antara Konsep CSR & CSV

Sebagai negara yang memiliki mandat bagi perusahaan energi dan ekstraktif untuk melaksanakan dan mengungkapkan program Corporate Social Responsibility (CSR), Indonesia menekankan pada pentingnya praktik CSR dan Creating Shared Value (CSV) (Suripto, 2019). Konsep CSV hampir tidak dikenal atau diterapkan oleh perusahaan di Indonesia. CSV sering dianggap tidak baru dan memberikan tumpang tindih konsep CSR (Crane et al., 2014) hanya dengan kemasan yang berbeda. Sedangkan Porter dan Kramer (2011) menyebutkan bahwa ada perbedaan antara kedua konsep tersebut. Ketika CSR menempatkan praktik tanggung jawab sosial sebagai tindakan untuk merespon eksternal tekanan, maka CSV hadir untuk menjadikan praktik tanggung jawab sosial sebagai alat untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial bersama. Oleh karena itu, konsep CSV dapat menawarkan lebih terintegrasi strategi untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat tetapi pada saat yang sama menciptakan keuntungan bagi perusahaan. Kontribusi mereka kepada masyarakat bukan sekadar filantropi yang menambah biaya bagi pengeluaran operasional perusahaan (Porter dan Kramer, 2011), tetapi dapat menciptakan sinergi antara kebutuhan masyarakat dengan tujuan usahanya.

Dalam lain hal dinyatakan bahwa CSV (menciptakan nilai bersama) mengacu pada proses strategis di mana perusahaan dapat mengubah masalah sosial menjadi peluang bisnis. Pendekatan strategis CSV dalam memecahkan masalah sosial dan hubungannya yang erat dengan tanggung jawab sosial perusahaan strategis (CSR) dan teori pemangku kepentingan telah membuat konsep ini menjadi sorotan baik di dunia korporat maupun akademis (Crane et al, 2014).

Setiap perusahaan perlu mempertahankan reputasinya yang dapat dipercaya untuk mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingannya. Pemangku kepentingan didefinisikan sebagai individu dan kelompok dari perseorangan, baik dari pihak internal maupun eksternal organisasi perusahaan, yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kegiatan perusahaan (Freeman, 1984). Diantara yang lain, ada kreditur, karyawan, pemilik, pelanggan, manajer, direktur, pemasok, pemerintah, dan masyarakat sekitar tempat perusahaan beroperasi. Sebuah kepercayaan diperoleh oleh perusahaan dari pemangku kepentingan terkait secara tidak langsung dapat mempengaruhi cara perusahaan membuat keuntungan ekonomi (Freeman et al., 2010).

Persepsi Stakeholder (Pemangku kepentingan) terhadap konsep CSR & CSV

Indikator

CSR

CSV

Nilai Praktik Tanggung Jawab Sosial dirasakansebagai biaya tambahan perusahaan. Praktik Tanggung Jawab Sosial dapat memberikan multi manfaat.
Konsep Praktik Tanggung Jawab Sosial adalah alat untuk menyampaikan simpati dari perusahaan kepada komunitas, atau sebagai amal. Praktik Tanggung Jawab Sosial dapat membawa lebih banyak kesempatan untukperusahaan.
Karakteristik Sebuah perusahaan menjalankan Tanggung Jawab Sosial Berlatih untuk merespon tekanan eksternal. Sebuah perusahaan menjalankan Sosial Praktik Tanggung Jawab karena itu diperlukan bagi mereka.
Hasil Praktik Tanggung Jawab Sosial dapat mempengaruhi terhadap penurunan nilai perusahaan profitabilitas. Praktik Tanggung Jawab Sosial dapat membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Waktu Agenda Tanggung Jawab Sosial memiliki dampak jangka pendek. Agenda Tanggung Jawab Sosial memiliki dampak jangka panjang.
Dampak Terbatasnya penggunaan dana untuk Sosial Praktik Tanggung Jawab hanya menciptakan hasil dari hal-hal kecil. Terbatasnya penggunaan dana untuk Sosial Praktik Tanggung Jawab tidak membatasi perusahaan untuk menciptakan hasil yang lebih besar.

Sumber:
https://www.trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/ijca/article/view/5183/5911, https://www.researchgate.net/publication/312113310_Creating_Shared_Value_A_Fundamental_Critique

Share this Post!

About the Author : SUN


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP
Open chat